News Ticker

Teori

Tuesday, 8 July 2014

Rakyat Bangun Alat Politikya Sendiri

Politik Alternatif



Lagi-lagi kita dikecawakan dengan padamnya lampu dan disituasi sahur ini listrik sangat lh dibutuhkan.

Tentunya ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, dan bisa saja ini ada hubungannya pemilu yang sebentar lagi akan digelar dimana ada dua kandidat akan bertarung dan dua-duanya bukan dari rakyat walaupun itu ada tapi itu hanya skenario taktik dan strategi.

Mereka untuk merebut simpatik dari rakyat, karena kita ketahui beberapa kali kita ganti pemimpin rakyat tdak prnah mndpatkan daulatnya, yang ada adalah daulat pemimpin.. kita sebagai rakyat hanya trus mnrus merasakan lapar dan haus.. jikalau kita melihat rentetan pemilu dari periode2 sebelumnya semuanya berbicara rakyat adil, makmur, dan sejahtera dan skrang lagi2 yg didengunkan masyrakat.

Jika kita melihat visi misi diantara kedua capres ini sebenarnya mreka mempunyai konsep yg sma dibidang ekonomi yaitu berdikari (berdiri diatas kaki sendiri) yang membedkan hanya dari redaksinya saja.

Namun dalam debat putaran kedua kedua capres ini sempat melontarkan sebuah kalimat... " untuk menopang ekonomi kita perlunya investasi dari pengusaha luar ", nah apakah ini tidak kontradiktif dengan konsep ekonominya mengenai berdikari karna investasi secara garis besar pengelolaanya dan sampai pda hasil produksi itu akan dikuasai pemodal/ pihak asing nah kita hanya dpat 1/4 dan itupun kalau ada, dan biasanya kita hanya mndptkan dampaknya saja yg stiap harinya kta rasakan Debuh dan bekas galian yg besar, tentunya ini sangat membhaykan kta demikian pula anak cucu kita nanti, inilah proses aktivitas tambang batu bara apakah ini yang disebut berdikari seperti kita ketahui bahwa rakyat lah yang mengelolahnya dan hasilnya pun kembali ke rakyat.

Perlunya ada tindakan dari kita semua terkhusus warga kota samarinda dan sekitarnya bahwa kita harus menentukan nasib kita sendiri sebagaiman dalam alquran sudah dijelaskan tidak ada nasib suatu kaum kalo bukan kaumnya itu sendiri merubahnya.. artinya kita tidak bisa menyandarkan diri lagi kepada pemimpin yang merupakan bukan hasil dari musyawarah dari kaum buruh atau pekerja, tani, nelayan, kaum miskin kota, dan pedagang yg sekcil2nya (rakyat indonesia).

Sudah saatnya lah rakyat membangun alat politiknya sendiri untuk merebut kakayaan indonesia kembali..
 

Kami Serikat Buruh Kaltim (SBK) mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa.
Top