News Ticker

Teori

Thursday, 29 January 2015

DPC GMNI SAMARINDA dan SGBN KALTIM dalam momentum 100 HARI JOKOWI

SAMARINDA tepat depan kantor gubernur, puluhan massa yang terdiri dari DPC (Dewan Pimpinan Cabang) GMNI (Gerakan Mahsiswa Nasional Indonesia) dan SGBN (Sentral Gerakan Buruh Nasional) KALTIM kembali mewarnai Gerakan-gerakan rakyat ditengah situasi politik yang sedang memanas ini ( baca juga bagaimana menyelamatkan KPK ) yang isian selebarannya bertemakan seratus hari rakyat menderita oleh kepemimpinan rezim NEOLIB JOKOWI-JK

   

     Lansung saja, Isian orasi sang korlap (johannes) aksi ini menyatakan dengan sangat tegas.. (ditengah lalu lalangnya kendaraan).. rezim JOKOWI-JK hari ini telah gagal dalam memimpin negri ini, JOKOWI-JK semakin memperjelas dalam tubuhnya  adalah rezim NEOLIB. Terbukti dari beberapa kebijakan-kebijakan yang hari ini bisa kita rasakan bersama. Dimulai dari disahkannya UU PILKADA yang jelas-jelas kebijakan ini secara lansung memotong lidah rakyat dalam menentukan pilihan politiknya, lanjut mengenai penaikan harga BBM yang jelas-jelas situasi pada saat itu harga minyak dunia melemah yang kemudian dibarengi harga bahan-bahan pokok ikut naik, Walaupun hari ini JOKOWI-JK sudah menurunkan harga minyak, tetap pasti akan menimbulkan dampak yang sangat menyensarakan rakyat kita karena harga bahan-bahan pokok yang masih tinggi selain dari pada apa yang disebutkan diatas masih banyak kesalahan-kesalahan lainnya.

Berikut beberapa kutipan dari isian selebarannya kali ini : - diawal pemilu 2014, sejumlah oragnisasi-organisasi pergerakan menyatakan sikapnya kepada siapa ia berpihak, dan disini kami GMNI SAMARINDA dan SGBN KALTIM berposisi tegas dan lugas dalam sikap politiknya bahwa, siapapun calon yang terpilih dalam pemilu 2014 ini tidak akan pernah bisa menyejahterakan rakyat.

Dalam momentum 100 hari jokowi tepatnya rabu, 28 januari 2015. Kami hadir untuk membuktikan JOKOWI-JK sebagai kandidat yang terpilih dari PILPRES kemaren  tidak membawa perubahan sama sekali melainkan semakin memperbesar lubang kemiskinan kepada rakyat. 

Memperterang bahwa JOKOWI-JK adalah NEOLIB dibuktikan oleh dikeluarkannya program-program penghematan, pencabutan subsidi-subsidi, masuknya Indonesia dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan baru-baru ini rezim neolib JOKOWI-JK menyetujui kontrak Freefort sampai 40 tahun mendatang yaitu sampai di 2041. Pastinya rakyat kita kaum buruh, tani, nelayan, mahasiswa, dan kaum miskin kota akan semakin masuk kedalam jurang kemiskinan dari ketertindasan yang tiada henti dirasakannya.


•   maka dengan ini kami menuntut!

pertama normalisasi harga kebutuhan bahan-bahan pokok, kedua nasionalisasi asset-aset vital dibawah control rakyat, ketiga berikan pendidikan geratis kepada anak bangsa, keempat berikan tanah kepada rakyat miskin, kelima hapus sitem kerja kontrak dan outsourcing

•    seruan kami !

sudah saatnya rakyat membangun alat politiknya sendiri, percya terhadap kekuatan sendiri, kaum buruh sudah mulai dari saat ini mebentuk komite-komite kawasan, persiapakan diri menuju mogok nasional sampai pada menjelang mayday.

 

Begitulah kira-kira beberapa kutipan dari  isian selabarannya, aksi kali ini dipimpin oleh Bung Johannes sebagai kordinator lapangan (korlap) dan Bung Rizal Selaku Humas.  Aksi ini berjalan dengan baik, silih berganti massa yang ber-orasi menyampaikan aspirasi-aspirasi politiknya beserta seruan-seruannya. walaupun hanya dengan memakai TOA sebagai pengeras suara tapi tidak menurunkan semangat juangnya.  Sampai diakhir aksi  tetap berjalan lancar dengan massa yang cukup tertib dan terpimpin,

 

Top